Sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, Stikes Griya Husada Sumbawa Besar menggelar diskusi interaktif dengan tema “Penularan HIV-AIDS dan Penyalahgunaan Narkotika.” Tema ini diangkat sebagai bentuk rasa keprihatinan terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua Stikes Griya Husada Sumbawa Besar, Rusmayadi, S, Kep Ners, MPH pada pembukaan kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Cendrawasih, Rabu (14/12/2016).

Dikatakan, digelarnya diskusi ini dapat membuka wawasan dan pemahaman, sehingga timbul motivasi masyarakat khususnya  generasi muda untuk menjauhi jeratan narkoba dan HIV-AIDS, karena kondisinya sangat mengkhawatirkan.

“Output kegiatan ini adalah pelajar SMA/SMK dan mahasiswa   dengan memberikan pendidikan dan pemahaman, sehingga dapat memahami tentang dampak dan akibatnya. Diskusi ini menghadirkan nara sumber dari BNNK, KPAK, Dinas Kesehatan, Satnarkoba, dan dari Dinas Diknas Sumbawa,” ujar Rusmayadi.

Bupati Sumbawa diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Drs. Naziruddin Lambaji, MSi mengatakan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi terhadap diselenggarakannya kegiatan ini, hal ini sebagai bentuk komitmen kita bersama untuk berperan aktif dalam menggalakan pengendalian penyebaran virus HIV-AIDS di Kabupaten Sumbawa.

“Saya sangat berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancer serta menghasilkan output yang dapat memenuhi harapan kita bersama,” kata Bupati.

Menurut Bupati, penyebaran dan perluasan HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba saat ini menjadi salah satu perhatian pemerintah. Hampir tidak ada provinsi di Indonesia yang tidak melaporkan adanya temuan, baik itu kasus HIV-AIDS maupun penyalahgunaan narkoba, bahkan di Kabupaten Sumbawa saat ini kondisinya sudah masuk pada fase mengkhawatirkan. Untuk penularan HIV-AIDS telah merambah ke tingkat ibu rumah tangga dan penyalahgunaan narkoba telah merambah semua kalangan.

“Artinya saat ini di beberapa kasus penularan HIV_AIDS telah terjadi pada ibu rumah tangga yang nota bene secara perilaku tidak dalam kategori memiliki faktor resiko, namun karena pasangannya memiliki faktor resiko maka yang bersangkutan menjadi tertular,” jelas Bupati.

Selain itu, penularan HIV juga telah merambah kepada bayi dan balita, karena dilihat dari beberapa kasus dijumpai ada bayi dan balita yang tertular HIV, bahkan ada yang meninggal dunia. Sehingga dapat dipastikan penularannya dari ibu yang kemungkinan tidak menyadari dirinya terinfeksi virus HIV. Demikian pula dengan penyalahgunaan narkoba yang telah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan, narkotika tidak lagi mengenal batas usia, orang tua, muda, remaja bahkan anak-anakpun ada yang menjadi penyalahguna dan pengedar gelap narkotika.

“Di Kabupaten Sumbawa sendiri beberapa kasus yang terjadi selama kurun waktu beberapa tahun terakhir menyangkut penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, umumnya dilakukan oleh generasi muda dan angkanya cenderung meningkat. Hal tersebut membuat daerah kita berstatus darurat narkoba,” ungkapnya.

Terhadap kondisi tersebut, Bupati Sumbawa berharap kepada semua pihak agar masalah HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba jangan dipandang sebagai masalah kesehatan, namun seharusnya dipandang sebagai masalah sosial. Karena penyebab sesungguhnya adalah gaya hidupnya seseorang serta sikap permisif masyarakat terhadap gaya hidup bebas seperti narkoba dan seks bebas.

“Dengan demikian pengendalian HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba haruslah berjalan secara sinergis antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa,” tandasnya. (KS/001)

Sumber : kabarsumbawa.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

 

17 − five =