Program pendidikan Sarjana Kesehatan  Masyarakat dibuka pada tahun 2016, berdasarkan SK Kemenristekdikti No. 04/KPT/I/2016. Pembukaan program Sarjana Kesehatan Masyarakat oleh Yayasan Griya Husada Sumbawa bertujuan untuk merespon tuntutan dan peluang kebutuhan dunia kerja khususnya di bidang kesehatan. jabatan Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat pertama adalah Denny Apriyanto, S.Gz., M. Gizi (Tahun 2016), kemudian oleh Herni Hasifah, SKM, M.Kes. (Tahun 2017- Sekarang).

Awal berdirinya Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat menerima lulusan yang berasa dari SLTA/Sederajat. Akan tetapi, berdasarkan perkembangannya pada tahun 2017 akan dibuka Program Pendidikan Alih Jenjang dari D3 Kesehatan dan Program Pendidikan Ekstensi dari SMK/Sederajat/Karyawan. Dengan dibukanya ketiga program pendidikan ini dapat memfasilitasi para mahasiswa untuk dididik menjadi Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam jangka waktu 8 semester (4 tahun). Keunggulan dan karakteristik yang dimiliki Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Griya Husada Sumbawa adalah ilmu kesehatan komunitas dan industri. Alasan yang mendasari hal tersebut adalah terjadinya pergeseran pola dan budaya masyarakat yang lebih modern sert adanya perkembangan industri lokal, nasional maupun internasional yang memberikan damppak buruk terhadap trend penyakit di masyarakat.

Berdasarkan data pasien di RSUD Sumbawa tahun 2011-2012 diketahui masih banyaknya penderita penyakit tidak menular dan penyakit menular yang jumlahnya terus meningkat. Penderita penyakit tidak menular pada tahun 2011 sebanyak 10.412 dan tahun 2012 sebanyak 4905. Sedangkan penyakit menular pada tahun 2011 sebanyak 4.284 dan tahun 2012 sebanyak 388 penderita. Dengan adanya data tersebut dapat digambarkan bahwa masih rendanya tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam pencegahan penyakit. Oleh karena itu, dengan adanya mahasiswa lulusan program studi Kesehatan Masyarakat STIKES Griya Husada Sumbawa, diharapakan dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.